Remitansi di Negara Berkembang Capai US$ 240 Miliar

Remitansi di Negara Berkembang Capai US$ 240 Miliar

- detikFinance
Minggu, 02 Des 2007 14:43 WIB
Jakarta - Pengiriman uang antar negara (remitansi) di negara-negara berkembang diprediksi mencapai US$ 240 miliar pada tahun ini.

Demikian seperti dilaporkan Bank Dunia dalam 'Remittance Trends 2007'. Namun angka US$ 240 miliar itu masih bisa membesar, potensi sebenarnya bisa mencapai 2 kali lipatnya.

"Remitansi yang tercatat mendekati dua pertiga dari aliran dana asing (foreign direct investment) yang diterima negara berkembang," ujar Ekonomi Senior Bank Dunia Dilip Ratha seperti dikutip situs resmi bank pembangunan itu, Minggu (2/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan itu juga memuat mengenai tren industri pengiriman uang di seluruh dunia, sekaligus memperlihatkan perubahan struktural yang akan mempengaruhi aliran remitansi pada masa yang akan datang.

Industri remitansi mengalami perubahan struktural berkat teknologi telepon genggam dan penggunaan internet dalam pengiriman uang.

Namun perubahan ini mengalami sedikit kendala karena minimnya kejelasan dalam beberapa aturan termasuk yang berkaitan dengan pencucian uang dan kejahatan finansial lainnya.

Menurut para analis, aliran remitansi di Meksiko hampir stagnan, sementara di negara-negara Amerika Latin lainnya bahkan mengalami penurunan.

Meskipun demikian, pertumbuhan industri remitansi di negara berkembang tetap tinggi.

Di Indonesia sendiri, remitansi biasanya berasal dari para tenaga kerja asing yang mengirimkan uang hasil pekerjaannya di negara asing ke Indonesia.

Industri pengiriman uang ini marak muncul karena adanya kebutuhan transfer dana yang lebih cepat, prosedur mudah serta biaya yang murah.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads