PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 890 miliar, tumbuh 150% secara tahunan. Sementara itu, penjualan Rp 1,82 triliun yang meningkat 184% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan EBITDA Rp 870 miliar meningkat 146% secara tahunan.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil transformasi menyeluruh yang dilakukan perusahaan, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, hingga digitalisasi proses bisnis.
"Transformasi yang kami jalankan bersama dukungan Danantara telah memperkuat fondasi Agrinas Palma untuk tumbuh menjadi perusahaan yang semakin sehat, efisien, dan berdaya saing. Berbagai pembenahan yang kami lakukan mulai menunjukkan hasil nyata dan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menjalankan penugasan strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional," ujar Mohammad Abdul Ghani dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai BUMN yang mendapat penugasan melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026, Agrinas Palma terus mempercepat pengembangan komoditas pertanian strategis, yaitu kelapa sawit, jagung, kedelai, dan singkong.Pengembangan tersebut diintegrasikan dengan industri hilir, seperti biodiesel dan bioetanol, sehingga mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan juga terus melaksanakan berbagai langkah transformasi, antara lain penguatan sistem penjualan melalui mekanisme tender yang lebih transparan, pelaksanaan Asset Verification berbasis pemetaan udara, implementasi Digital Farming, persiapan penerapan Enterprise Resource Planning (ERP), implementasi Integrated Procurement System (IPS), penguatan kemitraan bersama koperasi, serta penyederhanaan struktur organisasi agar lebih adaptif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Di sisi pengembangan usaha, Agrinas Palma juga mempercepat penyelesaian legalitas lahan serta mempersiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di Papua Selatan dan pengembangan komoditas pangan di berbagai wilayah Indonesia.Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk membangun ekosistem agribisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam mendukung agenda swasembada pangan dan energi nasional.
(hal/ara)









































