Penerima MBG Berpotensi Berkurang Imbas Temuan 6 Juta Data Ganda

Penerima MBG Berpotensi Berkurang Imbas Temuan 6 Juta Data Ganda

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2026 15:51 WIB
Kepala BGN Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono/Foto: Biro Sekretariat Presiden
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan adanya potensi penurunan jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penurunan ini terjadi usai ditemukan data ganda penerima hingga mencapai 6 juta orang.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan data ganda itu terjadi karena seorang anak tercatat di dua instansi yang berbeda. Ia mencontohkan, seorang anak terdaftar sebagai siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Kementerian Agama, namun di saat yang sama juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren.

"Atau dia SMP di dalam pondok (pesantren) dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryono menjelaskan pemerintah terus berkoordinasi data agar tidak ada lagi data ganda dalam penerima MBG, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, hingga Kementerian Kesehatan.

ADVERTISEMENT

"(agar) Datanya tuh saling ngobrol gitu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh. Jadi, tidak ada double identitas," tambah Sudaryono.

Saat ditanya mengenai jumlah data yang ganda, Sudaryono menyebut angka pengurangannya bisa mencapai sekitar 6 juta penerima MBG. "Kalau nggak salah ada pengurangannya ada sekitar ya ada 6 juta," imbuhnya.

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads