Jumlah Penerima MBG Berpotensi Turun 6 Juta

Jumlah Penerima MBG Berpotensi Turun 6 Juta

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2026 07:55 WIB
Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh, Kamis (6/8/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh SPPG atau dapur Program MBG
Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Jakarta -

Pemerintah menemukan 6 juta data ganda penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Hal ini membuat jumlah penerima MBG bakal dievaluasi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan data ganda itu terjadi karena seorang anak tercatat di dua instansi yang berbeda. Ia mencontohkan, seorang anak terdaftar sebagai siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Kementerian Agama, namun di saat yang sama juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren.

"Atau dia SMP di dalam pondok (pesantren) dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryono menjelaskan pemerintah terus berkoordinasi data agar tidak ada lagi data ganda dalam penerima MBG, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, hingga Kementerian Kesehatan.

ADVERTISEMENT

"(agar) Datanya tuh saling ngobrol gitu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh. Jadi, tidak ada double identitas," tambah Sudaryono.

Saat ditanya mengenai jumlah data ganda, Sudaryono menyebut angka pengurangannya bisa mencapai sekitar 6 juta penerima MBG.

"Kalau nggak salah ada pengurangannya ada sekitar ya ada 6 juta. Kita sisir," sambungnya.

Simak juga Video 'BGN Copot Kepala SPPG yang Sebabkan Keracunan di Jayapura':

(rea/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads