Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu disela-sela Australia Indonesia Policy Research Forum di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (3/12/2007).
"Sekarang sedang studi, kita harapkan bulan April atau Mei bisa selesai. Setelahnya kita bisa menentukan apakah akan lanjut ke negosiasi atau tidak," katanya.
Jika hasil kajian menunjukkan negosiasi akan dilanjutkan, Mari memperkirakan prosesnya akan butuh waktu satu atau dua tahun.
Sejauh ini, produk ekspor Indonesia ke Australia antara lain TPT, manufaktur, otomotif, mineral dan pertanian. Namun ekspor pertanian masih mengalami kendala karena kesulitan memenuhi standar kesehatan atau syarat teknis.
"Ini butuh kerjasama, karena importir disana juga berkepentingan. Makanya kita pikir apakah perlu insentif untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.
Pemerintah sebelumnya telah menunjuk 4 orang pakar untuk mempelajari FTA RI-Australia. Mereka adalah Sudradjad Djiwandono, Noke Kiroyan, Philip Purnama dan Chatib Basri.
(lih/qom)










































