Inflasi Tertolong Harga Makanan

Inflasi Tertolong Harga Makanan

- detikFinance
Senin, 03 Des 2007 14:37 WIB
Jakarta - Inflasi November tercatat hanya 0,18%. Rendahnya inflasi terutama dipicu oleh tipisnya kenaikan harga-harga makanan, yang biasanya menyumbang angka inflasi terbesar.

Demikian Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/12/2007).

"Karena harga makanan hanya naik sedikit, padahal dia biasanya yang terbesar. Sedangkan kenaikan tertinggi adalah sandang, yang dipicu oleh belanja pasca lebaran. Perubahan perilaku rumah tangga," jelas Rusman.

Laju inflasi tahun kalender dari Januari-November 2007 tercatat 5,43% dan inflasi year on year sebesar 6,71%.

Inflasi komponen inti November 0,43%, komponen inti tahun kalender dari Januari sampai Oktober 5,57%, laju inflasi inti year on year 6,25%.

Kenaikan harga ini dipicu oleh kenaikan indeks kelompok barang dan jasa. Rinciannya, bahan makanan 0,04%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,43%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,12%, kesehatan 0,26%, pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,4%, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan deflasi 0,27%. Inflasi terbesar di kelompok sandang 1,66%, dipicu oleh belanja lebaran.

Dari 45 kota, 32 kota mengalami inflasi, 13 deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado 2,01%, terendah di Balikpapan 0,04%. Deflasi terbesar di Makassar 1,74%, deflasi terendah di Jayapura 0,03%.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads