Ekspor CPO Masih Jadi Primadona

Ekspor CPO Masih Jadi Primadona

- detikFinance
Senin, 03 Des 2007 15:27 WIB
Jakarta - Ekspor Indonesia khususnya ekspor non migas pada bulan Oktober 2007 masih didominasi oleh ekspor lemak dan minyak hewan, nabati, antara lain ekspor minyak kelapa sawit (CPO). Ekspor lemak dan minyak hewan dan nabati tercatat sebesar US$ 1,37 miliar.

"Karena ekspor CPO sedang meningkat sangat besar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers dikantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (3/12/2007).

BPS mencatat nilai ekspor pada bulan Oktober mencapai US$ 10,25 miliar atau naik 7,68 persen dibanding bulan September 2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dibanding periode yang sama tahun lalu, ekspor mengalami peningkatan 17,59 persen.

Untuk eskpor non migas tercatat sebesar US$ 8,27 miliar naik 9,63 persen dibanding September 2007, sementara bila dibanding periode yang sama tahun lalu tumbuh 16,16 persen.

Penurunan ekspor non migas terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 92,9 juta.

Selama 10 bulan tahun 2007 ekspor non migas tercatat sebesar US$ 75,91 miliar atau meningkat 17,31 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian total ekspor selama 10 bulan tahun 2007 mencapai US$ 93,26 miliar, tumbuh 13,36Β  persen dibanding tahun lalu.

Ekspor nonmigas ke Jepang Oktober 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,01 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 906,4 juta dan Singapura US$ 685,3 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,50 persen. Ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 1,22 miliar.

Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode Januari-Oktober 2007 meningkat masing-masing sebesar 12,69 persen, 16,72 persen dan 22,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.

Impor Oktober US$ 6,26 Miliar


Sementara itu impor Indonesia Oktober 2007 mencapai US$ 6,26 miliar atau menurun 7,38 persen dibanding September 2007 sebesar US$ 6,76 miliar.

Dengan demikian pada bulan Oktober terjadi surplus perdagangan sebesar US$ 3,99 miliar.

Selama Januari hingga Oktober 2007 nilai impor mencapai US$ 60,0 miliar atau meningkat 19,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 50,29 miliar.

Impor non migas Oktober 2007 mencapai US$ 4,47 miliar atau menurun 0,98 persen dibanding impor September 2007, sedangkan selama Januari hingga Oktober 2007 mencapai US$ 42,98 miliar atau meningkat sebesar 26,12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor migas Oktober 2007 mencapai US$ 1,78 miliar atau menurun 20,30 persen dibanding impor September 2007, sedangkan selama Januari hingga Oktober 2007 mencapai US$ 17,02 miliar atau meningkat 4,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama Januari-Oktober 2007 impor non migas terbesar terjadi pada mesin atau pesawat mekanik dengan nilai US$ 7,59 miliar atau 17,67 persen dari total impor non migas.

China masih merupakan negara pemasok barang impor non migas terbesar dengan nilai US$ 6,47 miliar dengan pangsa 15,06 persen, diikuti Jepang US$ 5,29 miliar (12,31 persen) dan Amerika Serikat US$ 3,91 miliar (9,11 persen).

Sementara impor non migas dari ASEAN mencapai 21,65 persen dan Uni Eropa sebesar 14,25 persen.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads