Impor Gula 2008 Masih Terbuka

Impor Gula 2008 Masih Terbuka

- detikFinance
Senin, 03 Des 2007 16:59 WIB
Jakarta - Dewan Gula Indonesia pada pekan lalu menyatakan Indonesia tidak perlu lagi impor gula tahun depan.

Namun Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan impor masih mungkin dilakukan meski jumlahnya dipastikan berkurang. Hal ini diperlukan untuk mengamankan stok gula pada bukan waktu giling.

"Rekomendasi itu sedang dievaluasi, tentunya kita harus amankan saat bukan musim giling. Kalau harus impor, pasti berkurang," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil sementara rapat Dewan Gula Indonesia terakhir, produksi gula dalam negeri tahun ini diprediksi naik. Sehingga tahun depan direkomendasikan tidak perlu ada impor gula.

Impor gula jenis kristal putih diberikan pada importir terdaftar seperti PTPN IX, X, XI dan RNI. Pada 2005 dikeluarkan izin impor gula sebanyak 500 ribu ton, tahun 2006 sebanyak 300 ribu ton dan 2007 sebesar 200 ribu ton.

"Penunjukkan itu disamping harus menampung hasil tebu rakyat untuk digiling, juga harus menyanggah harga gula," katanya.

Mari menilai, kinerja para importir itu termasuk baik selama ini. Pada 2002-2007 harga gula naik dari Rp 2.400 jadi Rp 2.600. Luas areal tanam meluas dari 350 ribu Ha jadi 419 ribu Ha. Produksi pun naik dari 1,725 juta ton jadi 2,4 juta ton.

Akibatnya, impor pun berkurang. Pada 2002 impor 1,4 juta ton dan tahun ini menjadi 448 ribu ton.
(lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads