Menkeu Tak Mau Dianggap Mengejar Pajak di Kebun Binatang

Menkeu Tak Mau Dianggap Mengejar Pajak di Kebun Binatang

- detikFinance
Senin, 03 Des 2007 18:22 WIB
Jakarta - Ditjen Pajak sering dinilai beberapa kalangan seperti berburu di kebun binatang ketika mengejar wajib pajak. Wajib pajak yang dikejar selalu itu-itu saja.

Menkeu Sri Mulyani menegaskan sistem pajak sekarang menganut sistem self asessment dimana setiap wajib pajak bisa mengajukan sendiri jumlah pembayaran pajaknya.

Ketika Ditjen Pajak menemukan adanya kekurangan pembayaran pajak, maka Ditjen Pajak tidak bisa main-main dengan mengatakan pembayaran pajak kurang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang penting harus ada bukti obyektif karena kita tidak ingin dipersepsikan seperti kita mengejar-ngejar di kebun binatang," ujar Menkeu Sri Mulyani usai pelantikan eselon II Depkeu di Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (3/12/2007).

Setiap wajib pajak diberi waktu untuk mengkoreksi sendiri Surat Pemberitahuan Pajaknya.

"Kalau itu dianggap tidak memadai berdasarkan informasi dan sumber-sumber kita tidak hanya bisa mengatakan anda kurang, kurangnya berapa itu harus pasti berdasarkan info yang dikumpulkan agar bisa dibandingkan dengan apa yang disampaikan wajib pajak," ujarnya.

Auditor pajak memang dibutuhkan karena keperluannya sudah mendesak, kritis dan kronis.

"Kalau kita ingin sekedar merekrut yang gampang saja, semua orang lulusan sekolah akuntansi di belokan jalan kan banyak, tapi kan enggak begitu ini kan untuk tax reform supaya sukses sehingga membelanjakan jumlah Rp 5,4 triliun enggak ngawur. Jadi kita upgrade dari internal maupun recruitment," ujarnya.
(ddn/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads