Hal tersebut disampaikan Dirut PLN Eddie Widiono usai rapat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (3/12/2007).
"Tadi kami melaporkan telah terjadi lonjakan beban siang hari di sistem Jawa Barat. Kami tengarai, itu karena beralihnya beberapa industri minyak ke listrik. Kenaikan mencapai 300 MW dalam 1 bulan, ini diwaspadai," ungkap Eddie.
Apalagi menjelang akhir tahun, industri mengejar target produksi. Namun karena adanya kenaikan harga minyak dunia, mereka pun memilih menggunakan listrik dari PLN.
Kenaikan konsumsi listrik pelanggan industri itu, kata Eddie, berdampak pada kenaikan kebutuhan BBM PLN. Jika tidak diatasi, maka suatu saat PLN tidak bisa lagi melayani pelanggan.
"Pak wapres tadi memberi arahan supaya biar subsidi tidak naik. Ini permintaan cukup berat tapi harus dilaksanakan. Menkeu juga meminta penggunaan BBM tidak naik," kata Eddia.
Untuk itu, kata Eddie, maka penggunaan lampu hemat energi sudah sangat mendesak. Jika seluruh pelanggan menggunakan lampu hemat energi, maka bisa menghemat listrik hingga 4 miliar KWH.
"Dengan begitu bisa hemat Rp 3,5 triliun, itu topik utama yang disampaikan," imbuhnya.
Sementara Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menambahkan, PLN diberi waktu satu minggu untuk menentukan batas kewajaran pemakaian listrik.
"PLN perlu menyiapkan dalam 1 minggu, tadi diusulkan disisentif, salah satu yang diusulkan ada satu batas kewajaran pemakaian. Itu yang masih akan dihitung, berapa batas kewajaran," jelas Purnomo.
Â
Eddie mengatakan, disinsentif itu kini sedang dicari angkanya oleh PLN, dan kemungkinan akan ditetapkan pada tahun anggan 2008. Selain itu, PLN akan mengimbau pelanggan untuk memperhatikan penggunaan listriknya.
"Misalnya rumah tangga besar rata-rata pakai listrik 1.750 kwh perbulan, kalau mereka pakai lebih harus menyadari, mereka menuju ke pemborosan," pungkasnya.
 (qom/ir)











































