PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney meluncurkan program peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke berbagai destinasi wisata nasional, 'Discover More Indonesia'.
Melalui inisiatif ini, para wisatawan asing yang memesan tiket penerbangan pulang-pergi (PP) rute internasional Garuda akan mendapat tiket penerbangan domestik gratis (free add-on flight) untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata Indonesia.
Group Head of Marketing Garuda, Prina Eka Putri, mengatakan program ini dirancang untuk mengubah pola perjalanan wisatawan asing di Indonesia. Dari yang biasanya hanya berpusat pada satu destinasi wisata saja, berlangsung ke destinasi di kawasan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang hari ini tantangan kita bukan hanya lagi bagaimana membawa lebih banyak pelaku perjalanan internasional datang ke Indonesia. Tetapi bagaimana satu kedatangan itu tidak hanya berhenti ke satu titik, tapi juga dapat berkembang menjadi perjalanan ke destinasi kedua dan ketiga mungkin selanjutnya," ujarnya dalam konferensi pers di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
Dalam hal ini, menurutnya Garuda telah menyiapkan 170.845 tiket penerbangan domestik gratis bagi wisman yang datang ke Indonesia. Jumlah tiket gratis domestik ini disesuaikan dengan nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia.
"Angka ini 170.845 itu kita memang sekalian memperingati bulan ini adalah bulannya kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 di mana kita merdeka," terangnya.
Lebih lanjut, Prina menegaskan program gratis tiket domestik ini dibuka untuk periode penerbangan sejak awal Agustus hingga 30 November 2026 melalui semua kanal pembelian tiket penerbangan Garuda.
"Ada eligibility-nya, maksudnya aturan oh ada berapa hari stay sih di Indonesia yang diizinkan untuk mendapatkan free domestic flight ini," tegasnya.
Program ini diharapkan ikut memperpanjang lama tinggal wisatawan, mendorong kunjungan ke lebih banyak daerah, serta meningkatkan belanja di hotel, UMKM, dan sektor pariwisata lainnya. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan Garuda, tetapi juga ekonomi domestik.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari jumlah wisatawan yang datang. Lama tinggal, jumlah destinasi yang dikunjungi, dan besarnya pengeluaran wisatawan juga menjadi indikator penting.
"Bagi InJourney itu tolok ukur yang penting tidak hanya atau keberhasilan pariwisata itu tidak hanya dilihat dari berapa banyak wisatawan yang datang ke Indonesia, tetapi kita melihatnya adalah yang lebih penting lagi adalah berapa lama sih mereka tinggal di Indonesia? Lalu kemudian berapa banyak destinasi yang dikunjungi? Dan kemudian tentunya berapa besar spending mereka di destinasi-destinasi tersebut," kata Yudhistira.
Yudhistira menambahkan rata-rata pengeluaran wisman pada kuartal II 2024 mencapai sekitar US$1.285 atau setara Rp22,9 juta (asumsi kurs Rp17.831 per dolar AS) dengan rata-rata lama tinggal 10 malam. Karena itu, program penerbangan domestik gratis diarahkan untuk meningkatkan length of stay sekaligus aktivitas dan belanja wisatawan di daerah.
(igo/hns)









































