"Sambil merem juga 15% nyampe tahun depan," kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Thomas Darmawan disela-sela seminar plastik di Hotel Aryadutha, Jakarta, Selasa (3/12/2007).
Pada tahun 2006, pertumbuhan industri makanan mencapai Rp 330 triliun. Untuk tahun 2007 diperkirakan pertumbuhannya mencapai 10-15% dan tahun depan minimal tumbuh 15%.
Thomas menjelaskan, petani umunnya mengolah hasil panennya terlebih dahulu karena bisa membuat harga jual lebih mahal, disamping juga menghemat transportasi.
"Seperti petani singkong yang sekarang menyerut singkongnya baru dijual. Itu kan jadi industri olahan," katanya.
Seiring itu, ekspor makanan nasional pun akhirnya juga meningkat. Jika tahun lalu nilai ekspor makanan hampir Rp 2 miliar, maka tahun ini dipastikan melebih Rp 2 miliar, dan tahun depan bisa mencapai Rp 2,2-2,3 miliar.
Industri makanan termasuk industri yang tahan banting karena setiap orang pasti meningkatkan kualitas makannya lebih dulu ketimbang konsumsi yang lain.
"Mau ekonomi melambat, orang kan tetap makan," katanya. (lih/qom)










































