Diantara semua jenis kemasan, yang paling cepat pertumbuhannya adalah kemasan fleksibel seperti kemasan sekali pakai (bungkus mi instan, bungkus permen, dll).
Menurut Direktur Indonesian Packaging Federation Ariana Susanti, konsumsi kemasan fleksibel diperkirakan naik 15% pada 2008 dibanding tahun ini yang 35% menjadi sekitar 50%. Secara nominal, naik dari Rp 7 triliun jadi Rp 9 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, saat ini banyak industri yang mengalihkan kemasan kaku (rigid) ke kemasan fleksibel. Misalkan teh instan yang meluncurkan kemasan sachet, atau susu yang juga mengenalkan sachet.
Selain karena bahan kemasannya murah, konsumen jadi lebih mudah menjangkau. (lih/ir)











































