Gandeng Baznas dan Kemenkop, Danantara Genjot Ekonomi Syariah

Gandeng Baznas dan Kemenkop, Danantara Genjot Ekonomi Syariah

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2026 23:43 WIB
Badan investasi Danantara menempati kantor baru yang berlokasi di bekas Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Rosan Roeslani mendorong ekonomi syariah tidak hanya sebatas meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi diimplementasikan dalam aktivitas ekonomi nasional.

Rosan yang juga CEO Danantara mengatakan, MES telah menyiapkan sejumlah program kerja untuk lima tahun ke depan. Program tersebut diarahkan untuk memperluas penggunaan dan pengembangan ekonomi syariah di berbagai daerah.

"Karena mungkin pengetahuan atau awareness mengenai ekonomi syariah ini, masyarakat Indonesia kita ini juga perlu diperluas, tetapi yang paling penting adalah ya implementasinya. Karena kita sebagai negara penduduk muslim terbesar, seyogyanya juga ekonomi syariah ini bisa berkembang dan dirasakan asas manfaatnya di seluruh Indonesia," kata Rosan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mempercepat implementasinya, MES juga akan memberikan masukan kepada pemerintah terkait regulasi, kebijakan, dan berbagai aturan yang dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi syariah. Masukan tersebut akan dihimpun dari jaringan MES yang tersebar di seluruh provinsi hingga di luar negeri.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain pengembangan koperasi masjid, koperasi santri, hingga program kewirausahaan bagi santri. MES juga akan mendorong pengembangan UMKM berbasis syariah.

ADVERTISEMENT

"Banyak program-program tadi yang akan kita jalankan, seperti bekerja sama dengan Baznas juga tadi, juga kita MoU bersama, bekerja sama baik pengembangan dari koperasi masjid, kemudian koperasi santri, dan juga pengembangan bagaimana agar terbentuk, tercipta juga santri entrepreneurship atau wirausaha dari para santri yang kita akan bangun," bebernya.

Rosan mengatakan, program tersebut juga akan dihubungkan dengan ekosistem usaha dan keuangan yang ada di BUMN maupun Danantara, termasuk bank syariah, asuransi syariah, dan lembaga keuangan syariah lainnya. Kerja sama juga dilakukan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Koperasi.

Sementara itu, Ketua Baznas Sodik Mudjahid menyebut pihaknya telah menyiapkan 13 program sebagai bentuk implementasi ekonomi syariah. Program tersebut mencakup pengentasan kemiskinan, penanganan bencana, beasiswa, pengembangan usaha kecil berbasis masjid dan koperasi, hingga penyediaan penerangan dan air bersih bagi masyarakat miskin.

"Ada 13 program dan semua itu adalah implementasi, penerapan dari ekonomi syariah. Nah itulah kami tadi melakukan MoU antara MES, Baznas, dan Kementerian Koperasi," tutup Sodik.

(ily/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads