Puan Minta Defisit APBN-Utang Dikelola Hati-hati dan Bertanggung Jawab

Puan Minta Defisit APBN-Utang Dikelola Hati-hati dan Bertanggung Jawab

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2026 15:15 WIB
DPR menggelar rapat paripurna ke-1 masa persidangan I tahun 2026-2027, Jumat (14/8/2026). Rapat dipimpin Ketua DPR Puan Maharani.
Ketua DPR RI Puan Maharani/Foto: (Tangkapan layar YouTube DPR)
Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai pembahasan serta penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2027 harus memperhatikan sejumlah hal, termasuk defisit utang yang harus dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, siang ini.

Puan mengatakan setiap pembiayaan harus dilihat dari manfaat, risiko, serta beban yang akan ditanggung bagi generasi berikutnya. Ia menegaskan kebijakan yang diambil saat ini tidak boleh beban yang tidak adil bagi generasi yang akan datang.

"Defisit dan utang harus dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab. Setiap pembiayaan harus dilihat dari manfaat, risiko, dan bebannya bagi generasi mendatang," ujar Puan, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puan juga menyoroti pendapatan negara harus dihimpun secara adil, tanpa melemahkan daya beli masyarakat dan keberlangsungan dunia usaha. Ia menekankan pemerintah harus menghimpun pendapatan negara secara optimal, tapi juga harus adil dalam membagi beban.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ia memandang belanja negara harus semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil.

"Transfer ke daerah harus benar-benar memperkuat pelayanan publik, ekonomi lokal, dan pemerataan pembangunan," tambah Puan.

(rea/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads