"Tapi itu untuk jangka menengah dan panjang," kata Dirjen Migas Luluk Sumiarso menjelaskannya ketika ditemui wartawan di kantornya, Plaza Centris, Kuningan, Jakarta, Selasa (4/12/2007).
Program lain yang sedang dijalankan dan dirancang adalah konversi minyak tanah ke elpiji, dan kini berencana mengganti Premium (RON 88) ke RON 90 yang harga pasar.
GTL merupakan BBM yang dibuat dari gas. BBM yang dihasilkan berfungsi sama seperti BBM pada umumnya. Tapi harganya lebih murah karena harga gas memang lebih murah dibanding minyak mentah.
GTL sebenarnya sudah dilakukan di beberapa negara. Persiapannya diperkirakan membutuhkan waktu 30-36 bulan.
"Sudah ada yang presentasi," katanya.
Luluk menjelaskan, bentuk teknologi GTL ini bentuknya mirip kilang. Direkomendasikan dibangun di lokasi yang dekat dengan sumber gas.
Karena mengangkut gas akan lebih sulit ketimbang mengangkut BBM yang dihasilkan.
"Kalau gas kan harus pakai pipa, tapi kalau BBM bisa seperti biasa," katanya.
(lih/qom)











































