Bantuan Pangan Rp 75 M Meluncur buat Warga Terdampak Gempa di NTT

Bantuan Pangan Rp 75 M Meluncur buat Warga Terdampak Gempa di NTT

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 17 Agu 2026 19:30 WIB
Petugas melintas di dekat bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert
Jakarta -

Bantuan pangan berupa beras senilai Rp 75,4 miliar diluncurkan langsung bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Wilayah Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memerintahkan Bulog mengonsolidasikan bantuan pangan ke wilayah bencana. Adapun bantuan pangan senilai Rp 75,4 miliar diberikan untuk empat kabupaten di NTT mencapai 5.386 ton, terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler.

"Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur," ujar Amran dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantuan diberikan untuk Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Sikka. Secara rinci, Kabupaten Manggarai memperoleh 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, Kabupaten Ngada memperoleh 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler, sementara Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

Khusus untuk bantuan kebencanaan, total beras yang dialokasikan mencapai 200,35 ton. Bantuan ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung dan berada dalam kondisi darurat.

Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan, pihaknya bersama Perum Bulog dan Pemerintah Daerah terus memperkuat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk wilayah yang mengalami kendala akses akibat dampak bencana.

Menurut Amran, dengan bantuan tersebut, dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada kebutuhan pangan dalam masa tanggap darurat. Pemerintah juga memastikan bantuan pangan reguler tetap berjalan sehingga masyarakat di wilayah terdampak tetap memperoleh dukungan pemenuhan kebutuhan pangan.

"Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan," jelas Amran.

(kil/kil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads