PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) buka suara soal bentrokan yang terjadi di wilayah Kebun Batang Kumu II, Regional 4 Riau, pada Jumat (14/8/2026), yang mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Sekretaris Perusahaan Agrinas Palma Nusantara, Bambang Agustian, menegaskan perseroan tidak berada pada posisi memihak salah satu kelompok dalam konflik internal tersebut.
"PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan bahwa perusahaan tidak berada pada posisi memihak salah satu kelompok dalam konflik internal tersebut," ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (17/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menyebut, perseroan memahami bahwa peristiwa itu berawal dari konflik internal di lingkungan Koperasi Karya Bakti terkait pengelolaan lahan plasma. Sejak awal munculnya konflik, manajemen telah melakukan koordinasi dan memfasilitasi upaya mediasi bersama para pihak, serta berkoordinasi secara intensif dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
"Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak. Bersama aparat keamanan, perusahaan telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat, memastikan korban memperoleh akses terhadap layanan medis, serta terus mendukung terciptanya kondisi yang aman di wilayah operasional," tambah Bambang.
Sejalan dengan itu, dugaan pelanggaran hukum yang muncul dalam rangkaian peristiwa ini sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum, dan perusahaan menghormati serta mendukung proses hukum yang berlangsung secara objektif dan profesional.
Di saat yang sama, perusahaan tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, mediasi, dan mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan, serta memberikan ruang bagi proses hukum dan penyelesaian yang sedang berjalan," ujar Bambang lagi.
Bambang meyakinkan, perseroan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan yang telah terverifikasi.
Di sisi lain, Bambang bilang bahwa perseroan turut prihatin atas bentrokan yang terjadi di wilayah Kebun Batang Kumu II, Regional 4 Riau tersebut.
(kil/kil)









































