Makin Banyak Kapal Ogah Melintas, Selat Hormuz Mulai Sepi

Makin Banyak Kapal Ogah Melintas, Selat Hormuz Mulai Sepi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2026 13:09 WIB
Vessels at the Strait of Hormuz, as seen from Musandam, Oman, June 18, 2026. REUTERS/Stringer
Foto: REUTERS/Stringer
Jakarta -

Jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan kemarin mengalami penurunan yang sangat tajam imbas kebuntuan perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Bahkan dalam satu waktu, tidak ada kapal yang tercatat melewati karena ancaman terkena serangan selama berlayar melintasi jalur perairan energi paling vital di dunia itu.

Melansir Reuters, Selasa (18/8/2026), data pelacakan kapal Kpler menunjukkan secara total hanya ada lima kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan kemarin. Seluruh kapal ini melintas pada Sabtu (15/8), dan tidak ada kapal yang tercatat melewati kawasan itu pada esok harinya, Minggu (16/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam konteks ini, kapal yang melintas pada akhir pekan kemarin termasuk kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) yang dalam kondisi kosong dan mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS), serta kapal Very Large Gas Carrier berbendera India yang menggunakan rute Iran.

Sementara sisanya menunjukkan sebuah kapal tanker kecil yang membawa bahan bakar minyak asal Iran berhasil keluar dari selat tersebut.

ADVERTISEMENT

Angka ini turun drastis jika dibandingkan dengan akhir pekan kemarin yang secara total masih dilewati oleh 31 kapal komersial baik itu tanker maupun pengangkut selama dua hari itu.

Selat Hormuz Makin Sepi Pasca Serangan Terhadap Kapal Komersil

Aktivitas pengiriman barang di Selat Hormuz tampak hampir terhenti setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa tiga kapal yang dioperasikan oleh Abu Dhabi National Oil Company diserang saat transit pekan lalu.

Di saat yang bersamaan, AS menyatakan pihaknya dapat mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran tanpa batas waktu. Meningkatkan ketegangan akan terjadinya saling serang antar kedua pihak di kawasan itu.

Kpler menilai kemungkinan besar masih ada kapal-kapal yang berhasil melewati selat tanpa terdeteksi dengan transponder dimatikan. Namun angka ini diperkirakan masih sangat jauh dari periode sebelum perang yang mencapai 130 kapal per hari

Kondisi ini juga tercatat terjadi di Selat Bab el-Mandeb, tempat sekutu Iran yakni Houthi Yaman mendeklarasikan blokade terhadap kapal dab angkatan laut Arab Saudi sejak 20 Juli kemarin.

Data Kpler menunjukkan pada akhir pekan kemarin hanya ada 49 kapal komoditas yang transit di kawasan itu, turun dari 55 kapal pada minggu sebelumnya. Kemudian juga tidak ada pengiriman minyak Saudi yang terlacak.

(igo/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads