Mitrapak Perkuat Penerapan Standar Global ESG di Industri Personal Care

Mitrapak Perkuat Penerapan Standar Global ESG di Industri Personal Care

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2026 13:31 WIB
Mitrapak Perkuat Penerapan Standar Global ESG di Industri Personal Care
PT Mitrapak Eramandiri menerapkan prinsip ESG di industri manufaktur personal care. Foto: PT Mitrapak Eramandiri
Jakarta -

Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin menjadi perhatian di industri manufaktur. Banyak pemilik merek menaruh perhatian pada tata kelola perusahaan, praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab, hingga kepatuhan terhadap standar internasional.

Momentum penerapan ESG juga sejalan dengan prospek industri personal care di Indonesia yang masih menunjukkan pertumbuhan positif. Perubahan menuju komitmen ESG ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi konsumen, regulator, serta perusahaan global terhadap rantai pasok yang lebih transparan dan berkelanjutan. Berdasarkan proyeksi Statista, pendapatan pasar Beauty & Personal Care Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$10,55 miliar pada 2026 dan masih akan tumbuh rata-rata 5,52% per tahun hingga 2031.

Segmen Personal Care menjadi kontributor terbesar dengan nilai pasar sekitar US$4,43 miliar, menunjukkan besarnya peluang sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap mitra manufaktur yang mampu memenuhi standar kualitas dan tata kelola internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di industri personal care, praktik responsible manufacturing tidak lagi dipandang sebagai nilai tambah, melainkan mulai menjadi bagian dari standar bisnis.

Salah satu contoh penerapan prinsip tersebut dapat dilihat pada PT Mitrapak Eramandiri, perusahaan manufaktur kontrak (contract manufacturing) untuk produk personal care, baby care, dan home care atau PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) dengan lokasi pabrik di Jawa Barat dan Jawa Timur.

ADVERTISEMENT
Mitrapak Perkuat Penerapan Standar Global ESG di Industri Personal Care Sertifikasi SMETA dari Sedex menunjukkan PT Mitrapak Eramandiri telah menerapkan responsible sourcing standar internasional Foto: PT Mitrapak Eramandiri

Perusahaan menerapkan standar SMETA (Sedex Members Ethical Trade Audit) yakni audit sosial global yang dikembangkan oleh SEDEX (Supplier Ethical Data Exchange), sebuah platform global yang membantu perusahaan mengelola data keberlanjutan dan praktik etis rantai pasok.

Penerapan standar ini tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan persyaratan audit, tetapi menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun praktik manufaktur yang bertanggung jawab.

"Saat ini pemilik merek tidak lagi hanya menilai kualitas produk, tetapi juga bagaimana proses produksinya dijalankan. Audit SEDEX-SMETA membantu kami memastikan bahwa aspek ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, etika bisnis, serta tata kelola operasional dijalankan sesuai praktik yang diakui secara internasional. Menurut kami, inilah fondasi penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan," ujar Direktur utama PT Mitrapak Eramandiri Elizabeth, dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Ia menambahkan, penerapan standar pengadaan yang bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus meningkatkan daya saing sebagai mitra manufaktur yang mampu memenuhi ekspektasi pasar domestik maupun global.

Di tengah semakin kompleksnya rantai pasok global, perusahaan yang mampu menunjukkan komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dinilai memiliki posisi yang lebih kompetitif dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pemilik merek, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain aspek responsible sourcing, tata kelola operasional juga diperkuat melalui penerapan sistem manajemen mutu. Mitrapak telah mengantongi sertifikasi ISO 22716:2007 yang merupakan pedoman Good Manufacturing Practices (GMP) khusus industri kosmetik. Standar ini mengatur proses produksi secara menyeluruh, mulai dari pengendalian bahan baku, kebersihan fasilitas, dokumentasi, hingga sistem penelusuran (traceability) untuk menjaga konsistensi mutu dan keamanan produk.

Perusahaan juga menerapkan ISO 9001:2015, standar internasional untuk sistem manajemen mutu yang berfokus pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan, efektivitas proses bisnis, serta pengelolaan risiko operasional. Penerapan standar ini menjadi salah satu fondasi dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good governance), yang merupakan salah satu pilar utama ESG.

Komitmen terhadap kualitas produksi turut diperkuat melalui sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP) dari BPOM RI yang menjadi acuan dalam memastikan proses produksi kosmetik berjalan sesuai ketentuan regulator. Sementara itu, Sertifikasi Grade A untuk Sistem Jaminan Produk Halal juga melengkapi upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen terhadap proses produksi yang dijalankan.

"PT Mitrapak Eramandiri telah mempertahankan sertifikasi BRCGS (British Retail Consortium Global Standards) untuk kategori Consumer Products (Household) sejak 2016 sebagai bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan praktik manufaktur yang memenuhi ekspektasi pasar domestik maupun internasional. Bagi calon pemilik merek, sertifikasi BRCGS memberikan keyakinan bahwa setiap proses produksi terdokumentasi dan dilakukan dengan standar kualitas yang mampu menjaga kepercayaan konsumen," ujar Firman, Direktur Operasional PT Mitrapak Eramandiri Surabaya.

Ke depan, ESG diperkirakan akan semakin menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan manufaktur, seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap mitra produksi yang tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menerapkan praktik operasional yang bertanggung jawab dan sesuai dengan standar internasional.

Dalam konteks tersebut, langkah Mitrapak menunjukkan bahwa penerapan berbagai standar seperti SEDEX-SMETA serta sistem manajemen mutu berbasis ISO bukan hanya ditujukan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan daya saing industri manufaktur personal care Indonesia di tengah tuntutan pasar global yang terus berkembang.



(prf/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads