Kemenhub Bakal Audit Operator Usai Kecelakaan Empat Kapal

Kemenhub Bakal Audit Operator Usai Kecelakaan Empat Kapal

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2026 21:35 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengaudit operator empat kapal yang mengalami kecelakaan beberapa waktu terakhir. Langkah ini dilakukan untuk menilai kepatuhan perusahaan terkait ketentuan keselamatan pelayaran.

Kapal yang mengalami kecelakaan adalah KMP Mutiara Sentosa II milik dan dioperasikan PT Atosim Lampung Pelayaran. KMP Putri Yasmin milik dan dioperasikan PT Jemla Ferry. KLM Nurul Salsa 01 milik dan dioperasikan PT Bunga Teratai, dan KM Prince Soya.

"Yang paling dekat kami lakukan adalah kita melakukan audit terhadap keempat perusahaan tersebut, untuk mengetahui sampai seberapa jauh mereka mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran," ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dudy menjelaskan hasil audit menjadi dasar untuk memastikan adanya pelanggaran sekaligus menilai tingkat kesalahan operator dalam memenuhi aspek keselamatan pelayaran.

Sanksi yang diberikan pun disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, mulai dari teguran hingga pembekuan rute atau penghentian sementara operasional perusahaan.

ADVERTISEMENT

Jika ditemukan unsur pidana, kasus tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan. Di sisi lain, Kemenhub juga memperbaiki sistem pencatatan manifes setelah menemukan adanya ketidaksesuaian antara data penumpang dan kondisi di lapangan dalam sejumlah kecelakaan.

Menurut Dudy, salah satu celah terjadi ketika ada penambahan penumpang setelah Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan, tetapi perubahan jumlah penumpang tersebut tidak kembali dilaporkan kepada otoritas pelabuhan.

"Kapal belum boleh diberangkatkan apabila sampai dengan pada saat pemberangkatan belum dikonfirmasi jumlah terakhir penumpangnya yang ada di kapal, dan itu yang akan kami lakukan," terang Dudy.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads