Pemerintah masih akan memberikan subsidi untuk BBM pengalihan itu. Namun jumlah subsidinya tetap, dan tidak mengikuti fluktuasi harga.
Demikian disampaikan Dirjen Migas Luluk Sumiarso pada wartawan ketika ditemui di kantornya, Plaza Centris, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai mekanisme penetapan harga RON 90, menurut Luluk masih dibahas. Apakah akan seperti penetapan Bahan Bakar Keekonomian Pertamina (Pertamax dan Pertamax Plus) atau menggunakan cara lain, masih dikaji.
Termasuk mengenai bagaimana pengawasan yang akan dilakukan mengingat fungsi pengalihan jenis BBM ini adalah untuk mengurangi subsidi.
Seperti diketahui, subsidi yang bisa dihemat dari pengalihan ini bisa mencapai Rp 5,7 Triliun jika harga minyak mencapai US$ 100 per barel.
Sebagai langkah awal, RON 90 ini baru akan digelontorkan di jalan tol, jalan protokol dan beberapa kawasaan elit di Jabodetabek.
(lih/qom)











































