Pasar Ekspor ke Rusia dan Timur Tengah Ditingkatkan

Pasar Ekspor ke Rusia dan Timur Tengah Ditingkatkan

- detikFinance
Rabu, 05 Des 2007 20:25 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menggenjot pasar ekspor di luar China. Pasar yang dibidik adalah negara yang sedang mengalami booming minyak.

Upaya ini dilakukan untuk memperluas ekspor 2008, karena pasar di AS diprediksi akan mengalami perlambatan.

"Mungkin perspektif yang harus kita garap lagi adalah Korea dan negara-negara Asia lain.  Juga Rusia dan Timteng. Mereka adalah negara-negara penghasil minyak sehingga punya banyak dana atau mengalami booming dana," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mari pemerintah sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi 2008. Seperti memperbaiki kinerja ekspor, iklim investasi dan menghilangkan ekonomi biaya tinggi.

"Selain itu dari sisi pasar, bagaimana kita melakukan diversifikasi pasar misalnya kalau kita anggap Amerika mengalami perlambatan kita harus mencari pasar yang pertumbuhannya masih tinggi. Dan itu rata-rata di pasar Asia dan Rusia dan Timur Tengah. Berarti promosi kita harus ditingkatkan di daerah-daerah itu," urai Mari..

Mari juga optimistis target pertumbuhan ekspor tahun ini sebesar 14,5% akan tercapai. "Kalau sekarang pertumbuhannya sampai dengan angka terakhir kan sudah 13%. Jadi ini tinggal dua tiga bulan lagi, kalau pertumbuhannya 13-14% berarti US$ 110 sampai US$ 114 miliar kan," kata Mari.

Untuk tahun 2008 Mari menilai target ekspor masih bisa mencapai 13% karena pertumbuhan ekspor non migas yang terus naik.

"Kalau total akan bergantung harga minyak. Kalau kita lihat nonmigas sekarang, pertumbuhannya masih 17%. Tapi kalau kita total masih 13%. Tergantung kita bicara. Kalau nonmigas target kita masih antara 10-14,5%," katanya. (ir/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads