Pada awal perdagangan Kamis (6/12/2007) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light turun hingga 73 sen menjadi US$ 86,76 per barel. Pada penutupan sebelumnya di New York, harga minyak ditutup pada US$ 87,49 per barel.
Sementara minyak jenis Brent di London kemarin ditutup juga turun hingga 1,04 dolar, menjadi US$ 88,49 per barel.
OPEC dalam pertemuannya di Abu Dhabi memutuskan untuk tetap mempertahankan kuota produksinya saat ini sebesar 27,25 juta barel per hari.
Sejumlah negara konsumen besar seperti AS sebelumnya menyerukan agar OPEC menambah kuota produksinya untuk meredam gejolak harga yang sempat menembus US$ 99 per barel.
Namun OPEC menolaknya, dengan alasan lonjakan harga yang terjadi saat ini bukanlah karena faktor permintaan dan penawaran.
"Pasar tidak dikontrol oleh permintaan dan penawaran. Ini benar-benar dikontrol oleh spekulator yang mempertimbangkan minyak sebagai aset finansial," tegas Sekjen OPEC, Abdalla al-Badri seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































