Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Australia yang baru, Simon Crean dalam jumpa pers bersama Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu di gedung Departemen Perdagangan, Jakarta, Kamis (6/12/2007).
Tak hanya hubungan bilateral, Australia juga sangat ambisius atas hubungan multilateralnya seperti dengan negara-negara ASEAN.
"Untuk punya perdagangan yang sukses, kita harus ambisius terhadap diri sendiri, kita harus ambisius terhadap hubungan kedua negara, kita harus ambisius terhadap hubungan multilateral," katanya.
Menurut Crean, hubungan Indonesia-Australia terbilang mesra karena selama ini ia merasa tidak menemui kesulitan bekerjasama dengan Indonesia.
Sementara Mendah menambahkan, kerjasama bilateral Indonesia-Australia tidak akan mengganggu kerjasama kerjasama multilateral Australia-New Zealand-ASEAN, namun bersifat melengkapi. Meskipun kerjasama bilateral ini baru akan ada setelah kerjasama multilateral.
"Kerjasama Indonesia-Australia ini akan menjadi pelengkap kerjasama multilateral dengan Asean yang sudah ada," katanya.
RI Tingkatkan Promosi Produk
Indonesia akan menggenjot promosi produk manufaktur dan pertanian dalam hubungan dagang dengan Australia. Menurut Mari, produk manufaktur Indonesia punya prospek yang bagus di Australia. Namun selama ini masih underpotential karena kurangnya promosi.
"Untuk perdagangan kedepan, yang perlu ditingkatkan adalah aspek promosi produk non resources seperti manufacturing. Prospeknya baik, tapi selama ini masih under potential, jadi perlu promosi," katanya.
Begitu juga dengan produk pertanian Indonesia yang saat ini masih kesulitan memenuhi standar teknis dan kesehatan Australia.
Untuk itu, kedua negara sudah setuju untuk meningkatkan capacity building Indonesia dalam memenuhi persyaratan Australia.
"Sudah ada pembahasan capacity building untuk menjawab itu," katanya.
(lih/qom)











































