Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan Australia yang baru Simon Crean dalam jumpa pers kunjungan perdananya di gedung Departemen Perdagangan, Jakarta, Kamis (6/12/2007).
"Dalam penerapannya, kita akan konsisten dengan aturan WTO. Kami sudah menyesuaikannya dengan kerangka kerja WTO," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun penggunaan teknologi ramah lingkungan diakui bisa menaikkan biaya produksi, sehingga bisa menurunkan daya saing.
Makanya aturan seperti ini harus diterapkan di semua negara sehingga terjadi pemerataan daya saing.
"Kalau negara yang lain sama, nggak masalah. Tapi kalau beda tiap negara, bisa terjadi perbedaan daya saing," jelasnya waktu itu.
Namun menurut Crean, implementasi ekonomi ramah lingkungan bukan sekedar biaya produksi semata. Tapi bagaimana menggerakkan lapangan pekerjaan, transfer teknologi, dll.
"Jadi Protokol Kyoto ini bukan sekedar dimensi lingkungan, tapi juga masalah ekonomi," kata Crean. (lih/ir)











































