Demikian disampaikan Lukman Boenjamin, Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas BI yang menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/12/2007).
"Pertumbuhan ekspor juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan. BI memperkirakan perekonomian pada triwulan IV-2007 sebesar 6,5%, sehingga secara akumulatif pada tahun 2007 pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,33%," jelasnya.
Kedepan, kata Lukman, stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan masih akan terjaga diikuti dengan berlanjutnya ekspansi perekonomian.
"Pertumbuhan ekonomi akan dapat lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Didukung oleh permintaan dalam negeri yang meningkat serta kinerja ekspor yang cukup baik," jelasnya.
Dengan tetap tingginya ekspor dan perkirakaan besarnya aliran modal masuk, maka neraca pembayaran akan mencatat surplus yang cukup besar. Kondisi ini akan semakin mendukung stabilitas nilai tukar yang pada gilirannya akan mengurangi tekanan inflasi kedepan.
BI memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2007 mengalami surplus yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didorong dengan kuatnya pertumbuhan ekspor Indonesia. (qom/ir)











































