Efisiensi ala Goodyear

Efisiensi ala Goodyear

- detikFinance
Jumat, 07 Des 2007 11:26 WIB
Bogor - Kenaikan harga minyak memaksa produsen ban internasional, Goodyear melakukan efisiensi total. Goodyear juga harus lebih kreatif menyiasati biaya produksi.

Presiden Asia Pacific Goodyear Pierre E Cohade menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa manuver untuk menjaga marjin penjualannya.

Diantaranya adalah mengganti bahan baku untuk membuat ban 'carbon black' yang biasanya dibuat dari minyak menjadi yang dibuat dari jagung. Menurut Pierre, dengan mengganti carbon black dengan yang terbuat dari jagung, ini memberikan keuntungan berganda.

"Ini lebih rendah biayanya sehingga kita bisa punya marjin yang lebih bagus," katanya dalam jumpa pers di kantor walikota Bogor, Jumat (7/12/2007).

Selain itu, Goodyear juga berusaha mengurangi buangan limbah dari pabriknya sehingga mengurangi beban biaya pengolahan limbah tersebut.

Tak hanya itu, Goodyear juga mengusahakan agar pekerjanya bisa meningkatkan produktivitasnya dan menggunakan peralatan yang tepat guna.

Goodyear sudah mendirikan pabriknya di Bogor sejak 1935 dan menjadi produsen ban pertama di Indonesia. Selama lebih dari 70 tahun berada di Indonesia, Goodyear mengaku betah ada di sini.

"Pekerjanya sangat ahli dan disiplin. Pemerintahnya sangat kooperatif, bahkan saat ini kami sedang negosiasi dengan Menteri Keuangan mengenai insentif," kata Pierre.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads