Kabar Baik dari Purbaya buat Ekonomi RI

Kabar Baik dari Purbaya buat Ekonomi RI

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2026 05:55 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun hingga semester I 2026. Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendap
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Ekonomi global 2027 diramal membaik. Hal ini berdasarkan proyeksi berbagai lembaga internasional seperti Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional, hingga Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tahun ini dunia masih dilanda ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah. Konflik tersebut melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

"Konflik di Timur Tengah, khususnya eskalasi ketegangan AS, Israel, Iran, masih bergejolak sehingga terus membayangi kinerja pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global tahun 2026. Namun demikian, berbagai lembaga internasional, Bank Dunia, IMF, dan OECD memproyeksikan perekonomian global akan kembali meningkat pada tahun 2027," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Indonesia dinilai masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid di tengah berbagai gejolak tersebut. Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29%, sementara secara semester I-2026 pertumbuhan mencapai 5,45%.

"Di tengah berbagai kondisi dan gejolak global tersebut, ekonomi Indonesia pada triwulan kedua tahun 2026 tumbuh 5,29% atau semester I mampu tumbuh sebesar 5,45%," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang oleh investasi yang tumbuh 6,87%. Dari sisi konsumsi, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06%, sedangkan konsumsi pemerintah melonjak 15,97% seiring dengan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 didorong oleh penguatan sektor perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi. Purbaya menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan stabil meski berbagai risiko global masih perlu diwaspadai.

"Perkembangan geopolitik, fluktuasi harga energi dan komoditas, fragmentasi perdagangan global, serta arah kebijakan moneter dan perdagangan negara-negara maju merupakan tantangan yang akan terus diwaspadai ke depan," tutup Purbaya.



(ily/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads