Purbaya Buka-bukaan Data Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Purbaya Buka-bukaan Data Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2026 07:25 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Kementerian Keuangan menyatakan menunda implementasi pemungutan pajak PPh final 0,5 persen melalui marke
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mencatat penurunan jumlah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia pada 2025. Hal tersebut terjadi seiring dengan capaian pertumbuhan ekonomi sepanjang periode tersebut.

Purbaya mengatakan ekonomi Indonesia masih tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian imbas naiknya tensi geopolitik. Hal tersebut tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% sepanjang 2025.

Hal tersebut ia tegaskan setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran (TA) 2025 melalui Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini kemudian meningkatkan resiko stabilitas ekonomi, tekanan terhadap pasar keuangan, perlambatan investasi, dan terganggu rantai pasok global. Namun kita harus bersyukur, di tengah gejolak tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Perekonomian Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11% dengan inflasi terjaga pada level 2,92% dan defisit anggaran pada 2,81% dari PDB," terang Purbaya Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Purbaya mengatakan, terjaga perekonomian RI sepanjang tahun 2025 didukung oleh kebijakan fiskal yang diklaim telah mendorong kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut angka pengangguran hingga Agustus 2025 tercatat sebesar 4,85%, lebih rendah dibanding Agustus 2024 yakni sebesar 8,57%. Selain itu, tingkat kemiskinan juga tercatat turun dari 8,57% pada September 2024 menjadi 8,25% hingga September 2025.

"Tingkat kemiskinan yang juga turun menjadi 8,25% pada September 2025 lebih rendah jika dibandingkan September 2024 yang mencapai 8,57%," jelasnya.

Ke depan, Purbaya mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tetap sehat dan kredibel. Dengan begitu, APBN sebagai instrumen fiskal bisa tetap adaptif dan responsif dalam menstimulasi perekonomian.

"APBN akan terus dijaga tetap sehat dan kredibel sehingga menjadi instrumen fiskal yang adaptif, responsif dan efektif dalam menstimulasi perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan rakyat," pungkas Purbaya.



(hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads