"Saya rasa tahun ini sekitar 16 persen, tahun depan 15 persen, tahun berikutnya lebih rendah," ujar Menko Perekonomian Boediono di sela diskusi Forkem tentang evaluasi paket kebijakan di Hotel Puri Duyung Ancol, Sabtu (8/12/2007).
Menurut Boediono penurunan kemiskinan terjadi karena kestabilan bahan pokok seperti beras. "30 persen dari uang rumah tangga miskin itu digunakan untuk membeli beras," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penduduk miskin pada Maret 2006 berjumlah 39,30 juta atau 17,75%. Atau dalam satu tahun jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,13 juta.
Selama periode Maret 2006-Maret 2007, penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 1,20 juta, sementara di daerah perkotaan berkurang 0,93 juta orang
Persentase penduduk miskin daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Sebagian besar atau 63,52% penduduk miskin berada di daerah perdesaan.
Hingga Maret 2007, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 74,38%. Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan adalah beras, gula pasir, minyak goreng, telur dan mie instan. Untuk komoditi bukan makanan adalah biaya perumahan.
Khusus untuk daerah perkotaan, biaya listrik, angkutan dan minyak tanah mempunyai pengaruh yang cukup besar, sementara untuk daerah perdesaan pengaruhnya relatif kecil kurang dari 2%.
(ir/ir)










































