Pemerintah akan menyiapkan bantuan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak kebakaran. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mendata dan memetakan pelaku UMKM yang terdampak.
Maman mengatakan pihaknya sedang menyiapkan sejumlah program pemulihan guna memastikan keberlanjutan usaha para korban. Berdasarkan data sementara, ada sekitar 80 kepala keluarga (KK) pelaku usaha yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
"Total sih tadi kalau nggak salah sekitar 80-an KK ya kalau nggak salah ya yang di Desa Sade itu tadi sekitar itu yang terkena dampak. Nanti kita cek," ujar Maman di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maman menjelaskan skema penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pelaku usaha. Pemerintah menyiapkan beragam opsi, mulai dari relaksasi kredit perbankan hingga suntikan modal baru. Namun, Maman memastikan penerapan bantuan ini tetap akan dikoordinasikan secara matang dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten setempat guna memastikan pembagian kewenangan yang tepat.
"Macam-macam. Kan pasti ada macam-macam tuh. Ada yang mungkin mereka sudah punya pinjaman di bank, nah itu mungkin kita restrukturisasi, kita kasih grace period. Kalau yang tidak punya pinjaman di bank nanti kita mungkin kasih bantuan permodalan segala macam," tambah Maman.
Perihal UMKM terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Maman menyebut proses pendataan masih terus berjalan. Menurut Maman, penanganan UMKM di NTT berbeda dengan bencana Sumatera. Sebab, bentuk intervensi pemerintah selalu disesuaikan dengan skala dampak dan kewenangan yang ada.
"Kan kita juga harus lihat kalau memang ternyata dari segi kewenangan itu cukup di-handle oleh pemerintah provinsi atau pemerintah kabupatennya ya, kita akan serahkan kepada pemerintah provinsi atau kabupaten. Nah kalau yang kayak di Sumatera kan dia skalanya udah besar sekali jadi makanya kita ikut turun di situ. Makanya ini lagi dalam proses pemetaan," beber Maman.










































