RI Ekspor Beras ke Malaysia!

RI Ekspor Beras ke Malaysia!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2026 11:59 WIB
Pemerintah menyatakan ketersediaan pangan pokok nasional berada dalam kondisi aman dengan stok sejumlah komoditas utama, seperti beras, telur ayam, dan daging ayam, berada pada tingkat surplus. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bida
Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Indonesia akan ekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak Malaysia. Ini sekaligus membuka potensi ekspor ke negeri jiran hingga 200.000 ton dengan nilai Rp 3,4 triliun.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa ekspor perdana ke Malaysia ini merupakan perkembangan positif bagi sektor pangan nasional. Indonesia mulai memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur di tengah upaya menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat.

Peningkatan produksi memberi ruang bagi Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem pangan global. Proyeksi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2026/2027 mencapai sekitar 38,6 juta ton, meningkat 4,6 juta ton dibandingkan produksi sebesar 34 juta ton pada 2024/2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, peningkatan produksi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pasar ekspor," ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

FAO pun telah menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia, berada di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh. Indonesia sekaligus menjadi satu dari sedikit produsen besar yang produksinya terus meningkat saat raksasa-raksasa pangan lain tengah tersandung.

"Pemerintah memastikan ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," tegas Qodari.

Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Dengan ketersediaan tersebut, cadangan beras nasional dipastikan aman hingga Mei 2027.

Meski demikian, Qodari menambahkan, peluang ekspor tersebut perlu dilihat bukan sebagai tujuan akhir. Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan produktivitas berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat.

"Di usia 81 tahun kemerdekaan, dari ketahanan pangan, kita membangun kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur," tutup Qodari.

Simak juga Video Mentan: Stok Beras Bulog Bakal Capai 6 Juta Ton dalam 3 Bulan

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads