"Harus dihitung ulang berdasarkan kenyataan yang ada," kata Wapres Jusuf Kalla saat dicegat di kantornya, Istana Wapres, Jakarta, Senin (10/12/2007).
Harga minyak pada tanggal 21 November silam sempat merangsek hingga US$ 99 per barel. Hal itu membuat semua asumsi pemerintah berubah. Pemerintah bahkan sudah menyiapkan 9 langkah untuk pengamanan APBN.
Namun sejak awal Desember, harga minyak terus turun dibawah level US$ 90 per barel. Bahkan pada awal perdagangan pekan ini di Singapura, harga minyak jenis light untuk pengiriman Januari sudah turun hingga 49 sen ke level US$ 87,79 per barel. Harga diperkirakan terus turun hingga akhir tahun.
Menurut Wapres, dengan adanya berbagai perkembangan itu, maka pemerintah akan membuat prosedur barunya.
"Dulu kan asumsinya kalau harga minyak mentah naik sampai US$ 100. Sekarang kan turun, tentu asumsi diperbaiki lagi. Karena harga minyak dibawah US$ 90. Harus dihitung ulang berdasarkan kenyataan yang baru," jelas Kalla. (qom/ir)










































