Prabowo Tagih Negara Eurasia Ratifikasi Perjanjian Dagang

Prabowo Tagih Negara Eurasia Ratifikasi Perjanjian Dagang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2026 15:49 WIB
Presiden Prabowo berpidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Presiden Prabowo Subianto/Foto: YouTube Setpres
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menagih agar negara-negara Eurasia yang tergabung dalam Eurasian Economic Union (EAEU) segera melakukan ratifikasi atau adopsi aturan perjanjian dagang bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang diteken akhir tahun 2025 lalu.

FTA menurutnya sudah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 oleh Indonesia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia. Agar perjanjian dagang itu bisa berjalan maka setiap negara perlu melakukan ratifikasi.

Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen untuk ratifikasi perjanjian FTA ini. Pada Juli lalu, dirinya juga sudah meneken Peraturan Presiden soal ratifikasi perjanjian dagang yang potensi ekonominya besar itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan. Saya dengan hormat meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," ungkap Prabowo dalam pidatonya di Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

Lewat perjanjian dagang tersebut, Prabowo bilang Indonesia dan semua negara yang ikut meneken perjanjian berkomitmen untuk menghapus atau mengurangi bea masuk untuk 11.882 pos tarif, atau lebih dari 90% dari seluruh barang yang diperdagangkan di kawasan.

"Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan South-South. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses kepada lebih dari 290 juta konsumen Indonesia," sebut Prabowo.

Bahkan, Prabowo bilang dirinya mengajak delegasi pebisnis Indonesia untuk, menetapkan pembeli, memastikan logistik, dan menyelesaikan pengaturan pembayaran dengan para mitranya di Eurasia.

"Saya menginginkan ketika jadwal tarif mulai berlaku, barang, rute, dan kontrak sudah tersedia. Forum ini harus menjadi pasar bagi perjanjian tersebut," ujar Prabowo.

Tonton juga video "Prabowo ke Putin: RI Tingkatkan Kerja Sama demi Keuntungan Kedua Negara"

(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads