Demikian salah satu lontaran dari Erna Witoelar disela-sela UNCCC di Bali International Confention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, Senin (10/12/2007).
"Perubahan iklim menghantam masayarakat miskin. Nelayan dan petani paling terkena dampaknya. Disana, kemiskinan masih merajai. Sistem sanitasi buruk, penyakit menular, air bersih, pendidikan dan gender. Hasil UNFCC sedapat mungkin jangan terpisah dari MDG's," kata Erna Witoelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di negara-negara Pasifik, pelayanan pendidikan seperti sekolah sudah menggunakan bambu (model rumah panggung). Juga untuk kesehatan. Jadi kalau banjir, badai atau air laut pasang, sudah siap,"sergah Erna memberi contoh.
Keberpihakan terhadap masayarakat miskin tersebut yang patut diperhatikan. Padahal, masyarakat miskin dan negara berkembang paling sedikit menyumbang pemanasan global, namun harus menanggung dampaknya.
"Masayarakt miskin paling sedikit menyumbang gas karbon. Kenapa harus menanggung dampaknya," pungkasnya.
(Ari/iy)











































