"GPE sudah minta maaf, tapi belum ada kelanjutannya lagi," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Faisal.
Hal itu diungkapkan Ahmad disela-sela acara jumpa pers perayaan 50 tahun Pertamina, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (10/12/2007).
Pihak Bea Cukai pada Oktober 2007 menemukan ribuan tabung elpiji yang diimpor GPE dari China. Dalam tabung tersebut, dicantumkan nama Pertamina.
Sementara pihak Pertamina bersikukuh pihaknya tak ada sangkut paut dengan GPE dan juga tabung elpiji dari China tersebut. Pertamina semula berniat menuntut karena namanya dicatur.
Pertamina juga tidak berniat mengimpor tabung dari China, meski harganya jauh lebih murah yakni hanya sekitar Rp 44 ribu per tabung, dibandingkan produksi lokal yang hampir Rp 90 ribu.
"Karena tidak sesuai dengan standar platnya lebih tipis," katanya.
(qom/ir)











































