Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin baru saja menghelat pertemuan bilateral di Vladivostok, Rusia. Beberapa peluang kerja sama pun dijajaki.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan Indonesia ditawarkan peluang kerja sama di bidang perkapalan. Putin, kata Rosan, menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.
"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya," kata Rosan dalam keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menindaklanjuti tawaran tersebut, Rosan bilang Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.
Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia yang diharapkan makin membuka ruang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia-Rusia tercatat meningkat lebih dari 12% pada tahun sebelumnya.
"Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara," pungkas Rosan.
Saksikan Live DetikPagi :










































