Transformasi di Bawah Danantara, Laba Pupuk Indonesia Melejit 253%

Transformasi di Bawah Danantara, Laba Pupuk Indonesia Melejit 253%

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2026 17:33 WIB
Pupuk Indonesia
Foto: dok. Pupuk Indonesia
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan kenaikan laba yang signifikan sepanjang semester I 2026. Kenaikan ini seiring dengan upaya transformasi bisnis dan tata kelola perusahaan, yang sejalan dengan agenda Danantara Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan keuntungan perusahaan BUMN produsen pupuk tersebut meroket hingga 252,8%. Hal itu disampaikan dalam pidato Sidang Tahunan MPR - Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026) yang lalu.

"Keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara BUMN, keuntungannya naik 252,8%," ujar Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prabowo, peningkatan kinerja Pupuk Indonesia tersebut terjadi bersamaan dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga pupuk bersubsidi sekaligus meningkatkan volume ketersediaan pupuk bagi petani.

"Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8%," ujar Prabowo.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa kondisi pangan nasional saat ini berada dalam keadaan aman. Ia menilai berbagai langkah pembenahan di sektor pupuk turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan percepatan swasembada pangan.

"Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20%. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," kata dia.

Sebagai catatan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 Pupuk Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 8,51 triliun atau tumbuh 253% dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp 59,67 triliun, tumbuh 51% dengan peningkatan EBITDA sebesar 140% menjadi Rp14,28 triliun, seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional yang sejalan dengan upaya transformasi dan bisnis perusahaan.

Adapun kinerja ini merupakan hasil dari penerapan operational excellence dan cost leadership yang disiplin, di bawah supervisi Danantara.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan efisiensi operasional dan disiplin biaya yang dijalankan secara konsisten sesuai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan atau tanpa momentum siklus harga komoditas.

"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad dikutip dari website Pupuk Indonesia, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, penguatan kinerja keuangan tersebut juga memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk mempercepat investasi dalam revitalisasi industri pupuk nasional. Melalui proyek modernisasi fasilitas tersebut, Pupuk Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Sehingga, keberlanjutan pasokan terjaga dan pupuk dapat tersedia dengan harga yang tetap terjangkau bagi petani.

Keterjangkauan harga pupuk pada akhirnya diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap pupuk. Hal ini tercermin dari peningkatan penebusan pupuk bersubsidi setelah kebijakan penurunan harga diterapkan pemerintah pada Oktober 2025. Hingga 1 September 2026, penebusan pupuk bersubsidi mencapai 6,33 juta ton, meningkat 27,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan efisiensi tinggi tanpa memberikan beban tambahan pada anggaran negara. Komitmen perubahan ini digodok bersama manajemen dan telah dipresentasikan langsung di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mengubah formula subsidi yang lebih tepat sasaran.

"Di Pupuk kita melakukan transformasi yang lebih fundamental lagi ya. Waktu Pupuk kita ambil bisnis modelnya adalah cost plus. Nah COGS dikasih margin. Lalu saya berdiskusi dengan Pak Dirut-nya, kemudian saya hadir ke DPR, saya mempresentasikan di DPR yang bersamaan dengan Pak Dirut. Kemudian kita meminta perubahan bisnis model kepada pemerintah menjadi market to market, ya harga pasar tetapi kemudian subsidinya yang dihitung sehingga ini tidak membebani pemerintah di satu sisi, di satu sisi menekan harga COGS kita," ujar Dony.

Langkah berani mengubah orientasi bisnis ini langsung memberikan dampak domino yang positif terhadap rantai pasok pertanian nasional. Penurunan COGS membuat harga pupuk di tingkat makro menjadi lebih efisien. Di saat yang sama, kapasitas produksi perusahaan terus dipacu guna memenuhi kebutuhan domestik secara masif sekaligus membuka peluang bisnis di pasar global.

"Dengan pola ini kita berhasil menekan biaya harga pupuk kita kepada petani. Ya karena produksi kita menjadi lebih banyak, kita tingkatkan produksi, kita bisa mengekspor pupuk. Di satu sisi laba kita meningkat jadi bisnis modelnya ini sebetulnya perubahan yang sangat fundamental dari Pupuk Indonesia," lanjut Dony.

Optimisme terhadap masa depan industri pupuk nasional kian menguat seiring dengan langkah pemerintah yang saat ini tengah memodernisasi infrastruktur produksi. Sebanyak delapan pabrik pupuk di bawah naungan holding kini sedang dalam proses perbaikan komprehensif untuk memastikan efisiensi berjalan secara berkelanjutan. Transformasi ini pun berbuah manis.

Selain mencatatkan pertumbuhan keuntungan yang sangat signifikan, produk Pupuk Indonesia kini mulai diakui keandalannya di kancah internasional, yang ditandai dengan keberhasilan menembus pasar Australia.

"Hari ini kita sedang melakukan perbaikan delapan pabrik pupuk kita. Nah ini kan artinya transformasi ini satu persatu dan hasilnya terlihat labanya meningkat lebih dari 200%. Saya cukup optimis bahwa pupuk ini ke depannya akan semakin besar. Ya, kita mulai mengekspor kemarin ekspor perdana kita ke Australi. Disambut oleh di Australi sangat-sangat senang dengan ekspor pupuk kita ini. Ya, ini pencapaian juga untuk teman-teman di Pupuk Indonesia," ungkap Dony.

Dony menilai capaian kinerja yang diraih Pupuk Indonesia menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat dan perlu terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.

"Transformasinya sudah mulai nunjukin hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan," ujarnya.



(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads