Demikian disampaikan Direktur Keuangan Pertamina, Frederick Siahaan, usai acara perayaan 50 tahun Pertamina di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (10/12/2007).
Sementara untuk pengembangan Lapangan Banyu Urip hingga mencapai produksi minyak skala penuh,membutuhkan dana sebesar US$ 2,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frederick menjelaskan, Pertamina telah menunjuk BNP Paribas sebagai penasihatkeuangan sekaligus untuk mencari pinjaman sebesar US$ 1 miliar.
"Pengembangan Blok Cepu dimulai dari Lapangan Banyu Urip." kata Frederick.
Frederick menjelaskan pada akhir 2008, produksi minyak di Banyuurip ditargetkan sekitar 10 ribu bph, dan akan ditingkatkan menjadi 160 ribu bph pada 2010.
Pada tahap awal direncanakan akan dilakukan pengeboran di 37 sumur yang berlokasi di lapangan minyak Banyu Urip.
(dro/arn)











































