Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani buka suara soal keluhan masyarakat yang tidak lagi mendapatkan bantuan pangan karena perubahan desil. Rizal menjelaskan, tidak menerima bantuan pangan pada periode saat ini bukan berarti terjadi perubahan desil penerima.
Ia mengakui penerima bantuan periode Juli, Agustus, dan September tidak sepenuhnya sama dengan sebelumnya. Jadi yang sudah menerima bantuan pada Maret-April, ada yang tidak mendapat bantuan pada Juli-September.
Hal ini dilakukan untuk pemerataan penerima bantuan pangan beras. Namun, dia menegaskan bukan berarti yang tidak mendapat bantuan mengalami penurunan desil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi perlu teman-teman ketahui itu bukan perubahan desil. Kalau nggak salah sudah ada bantuan pangan di bulan Maret, April. Nah yang bantuan yang sudah menerima di bulan Maret, April itu kan tidak diberikan lagi untuk di bulan Juli, Agustus, September," ujar Rizal di Pasar Jatinegara, Sabtu (5/9/2026).
Rizal menerangkan, jumlah masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 9 mencapai lebih dari 100 juta orang. Pemerintah kemudian melakukan pembagian agar bantuan juga dapat diterima masyarakat lainnya.
"Jadi semuanya ada pemerataan. Jadi bukan tidak terima ataupun perubahan, tapi untuk pemerataan bagi saudara-saudara yang lain yang harus menerima," jelas Rizal.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, data desil berubah karena salah satunya dipengaruhi oleh masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN pada DTSEN Volume 3. Kini data itu telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran DTSEN untuk meningkatkan akurasi data. Pemutakhiran dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk perbaikan data langsung bersama pemerintah daerah.
"Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat," kata Gus Ipul dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).
Gus Ipul menegaskan perubahan desil tidak serta-merta membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. Penyaluran bantuan tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran.
"Tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran. Misalnya sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan data, itu tidak otomatis (bansos) hilang, karena kan kita belum menyalurkan. Sementara untuk PBI itu setiap bulan sekali," jelas Gus Ipul.
(ada/ara)









































