Panas Bumi Perlu Diberi Insentif

Panas Bumi Perlu Diberi Insentif

- detikFinance
Senin, 10 Des 2007 22:41 WIB
Jakarta - Untuk mengembangkan energi bersih yang ramah lingkungan, pemerintah seharusnya memberikan insentif bagi pengembangan geothermal atau panas bumi untuk pembangkit listrik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Luthfi di sela-sela pertemuan menteri keuangan di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Senin (10/12/2007).

Seiring perkembangan waktu, biaya produksi listrik dari geothermal menjadi semakin murah. Pada tahun 1994 harganya mencapai 7 sen dolar per KWh, sekarang hanya 5 sen dolar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang jika dibandingkan dengan pembangkit berbahan batu bara, harganya lebih mahal. Pembangkit batu bara biaya produksinya mencapai 4,3 sen dolar per KWh.

"Berarti kan ada 0,7 sen perbedaannya. tapi ini clean energy. This is non tradable energy. Jadi inilah yang mungkin kita mesti bagi antara investor dan pemerintah supaya kita bisa mendevelop yang namanya clean energy," ujarnya .

Emisi gas rumah kaca dari geothermal ituย  praktis tidak ada alias nol. "Dan ini sangat friendly terhadap lingkungan. Ini yang akan kita kembangkan," ujarnya.
(ddn/mly)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads