"Kita butuh insentif yang bisa mengundang investor swasta untuk melakukan riset dalam energi bersih, kita butuh alat untuk membawa tools clean energy itu ke negara berkembang," ujar SBY saat memberikan sambutan dalam pertemuan menteri keuangan di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Selasa (11/12/2007).
Menurut SBY, perubahan iklim berpengaruh terhadap kondisi makroekonomi, penerimaan negara, investasi jangka panjang. Perubahan iklim juga merupakan sebuah tantangan bagi negara berkembang.
Biaya untuk mengatasi perubahan iklim diperkirakan mencapai US$ 200 miliar per tahun. "Jika kuncinya adalah mengenai pembiayaan, maka menteri-menteri keuangan yang hadir di sini akan membahas soal itu," ujarnya.
Sebagai tuan rumah, SBY mengharapkan pertemuan ini mencapai hasil yang signifikan. "Ini kan merupakan forum pertama menteri keuangan," ujarnya.
Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan pemerintah kini tengah mengusulkan sebuah instrumen untuk mengatasi perubahan iklim.
"Nanti kita akan sampaikan," ujarnya enggan memerinci hal itu lebih jauh.
(ddn/qom)










































