Motor bermasalah itu menjadi tanggung jawab konsumen sendiri. Temuan adanya motor yang bermasalah diharapkan bisa menjadi pelajaran buat konsumen agar memilih sepeda motor yang berkualitas.
"Uji publik ini sebagai pembelajaran bagi produsen agar memperbaiki kualitas, selain itu konsumen mendapatkan pengetahuan yang rinci mengenai kualitas produk yang dibelinya sehingga tidak ada motor china jelek yang beredar," kata Kasubdit Standarisasi dan Teknologi Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Soerjono dalam perbincangannya dengan detikFinance, Selasa (11/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan merek yang diuji itu ialah untuk tipe bebek Pumahit NS70, Vaganza 100, Minerva, Merk Angsa 110-50, Superior X100 R. Sedangkan untuk tipe sport yakni Nasha NS 150, Kaisar Pearl dan Monstrac.
Dari delapan merek tersebut keseluruhannya laik jalan. Namun ada empat yang mendapat catatan untuk memperbaiki kualitas yakni Merk Angsa 110-50 karena sistem kopling bermasalah, Nasha NS 150 ditemukan sistem pengapian bermasalah, Kaisar Pearl mengalami sistem kopling bermasalah dan Monstrac yang mengalami mudah overheat.
Uji ini bertujuan agar motor yang beredar di Indonesia sesuai standar internasional dan ramah lingkungan.
(arn/ir)











































