Beras SPHP Ganti Nama Jadi 'Beras Kita', Mulai Dijual 20 Oktober

Beras SPHP Ganti Nama Jadi 'Beras Kita', Mulai Dijual 20 Oktober

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB
Warga antre membeli bahan sembako saat Gerakan Pangan Murah di Dinas Pangan dan Pertanian, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Pemerintah setempat menggelar gerakan pangan murah yang menyediakan barang kebutuhan pokok seperti beras SPHP
Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan dengan merek baru, 'Beras Kita' Medium. Kemasan baru ini akan diluncurkan pada 20 Oktober 2026 mendatang.

Zulhas mengatakan, perubahan ini dilakukan bersamaan dengan penyegaran kemasan. Namun untuk identitas SPHP tidak sepenuhnya dihilangkan, melainkan tetap dicantumkan pada kemasan sebagai keterangan di bawah merek.

"Ini nanti akan di-launching kemasan baru sekarang. SPHP itu diganti namanya 'Beras Kita'," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain beras SPHP, penamaan merek 'Beras Kita' juga akan digunakan dalam kemasan beras premium yang dipasarkan Bulog.

"Ini akan dilaunching tanggal 20 Oktober mendatang. Ada 'Beras Kita', ada 'Beras (Kita) Premium'," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramali, menjelaskan penggunaan nama 'Beras Kita' disesuaikan dengan pola penamaan produk pangan lain milik pemerintah, semisal 'Miyakita' dan 'Maniskita'.

"Kenapa harus menggunakan nama Beras Kita? Karena Beras Kita itu seperti yang produk-produk pemerintah semua menggunakan bahasa 'Kita'. 'Kita' itu adalah seperti Gula 'ManisKita', kemudian 'Minyakita'," ungkap Ahmad Rizal Ramali.

"Arti 'Kita' itu adalah Keluarga Indonesia Sejahtera. Jadi Beras Kita adalah Beras Keluarga Indonesia Sejahtera Medium," sambungnya.

Dalam kemasan baru, tulisan Beras Kita Medium menjadi identitas utama dengan dominasi warna putih dan biru. Bagian bawah kemasan menampilkan ilustrasi hamparan sawah, sedangkan logo Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan tetap tercantum di bagian atas.

Sementara tulisan SPHP dibuat lebih kecil dan berada di bawah nama Beras Kita. Dengan begitu, program SPHP tetap menjadi identitas produk, tetapi nama yang ditonjolkan kepada konsumen adalah Beras Kita.

Rizal juga menyinggung penyederhanaan merek beras premium seperti Befood dan Punakawan ke dalam merek terpadu 'Beras Kita Premium'. Meski begitu, menurutnya produk beras SPHP dan produk beras premium Bulog lainnya masih akan beredar sampai kemasan yang ada habis.

"Bukan hanya packaging-nya saja, namun isinya juga diperintahkan untuk ditingkatkan. Nah, ini kami sudah komitmen dengan seluruh jajaran untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kepada masyarakat. Mungkin ini akan di-launching nanti tanggal 20 Oktober ya. 20 Oktober itu bersamaan dengan tahun masuk tahun ketiganya pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," jelasnya.

(igo/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads