Presiden Prabowo Subianto meminta semua pihak memberikan perhatian lebih pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dekat Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Dia meminta agar kebakaran tidak sampai ke kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta agar pengerahan aset-aset segera dilakukan.
"Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat dengan IKN itu, harus diperhatikan, harus dikerahkan aset-aset lebih jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti," beber Prabowo dalam Ratas Perkembangan Penanganan Bencana secara virtual, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, karhutla terjadi di lahan perorangan hingga hanya berjarak sekitar 20 meter dari Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Lahan itu diduga sengaja dibakar untuk pembukaan kebun sawit.
Manajer KHDTK Samboja Nanang Riana mengatakan kebakaran terjadi di Sungai Merdeka RT 07, Kecamatan Samboja Barat, pada Selasa (1/9/2926). Informasi awal diterimanya dari warga sekitar pukul 15.00 Wita, yang melihat asap muncul dari salah satu kebun.
"Kemarin sekitar pukul 15.00, sudah ada informasi dari warga kepada saya bahwa ada asap di kebunnya Pak Sayuti. Saya kemudian menindaklanjuti dengan turun ke lapangan untuk mengecek benar atau tidak," ujar Nanang, dilansir detikKalimantan, Kamis (3/9/2026) yang lalu.
Nanang kemudian mendatangi lokasi dan menemukan api tersebar di tiga titik. Salah satu titik kebakaran berada sangat dekat dengan batas KHDTK sehingga pihaknya langsung berkoordinasi untuk melakukan penanganan.
"Ternyata titik apinya banyak, tersebar di tiga titik. Salah satunya berada di lokasi yang berimpit dengan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Sehingga saya melakukan koordinasi dengan teman-teman PPI Jejak Pulang untuk penanggulangan kebakaran ini," jelasnya.
Kecurigaan adanya unsur kesengajaan muncul setelah kondisi lahan diperiksa. Selain ditemukan ajir sawit atau penanda yang ditancapkan ke tanah, Nanang melihat material di lokasi telah dikumpulkan atau ditumpuk. Menurutnya, ini merupakan pola pembersihan lahan dengan cara dibakar.
(hal/ara)









































