Menhub Jamin Maskapai Refund Tiket Pesawat 100% Imbas Abu Vulkanik

Menhub Jamin Maskapai Refund Tiket Pesawat 100% Imbas Abu Vulkanik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Sep 2026 16:54 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi./Foto: Dok. Istimewa YouTube Setpres RI
Jakarta -

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjamin semua tiket penerbangan yang batal imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau bisa dikembalikan atau refund 100%. Kepastian ini diungkapkan Dudy di depan Presiden Prabowo Subianto.

Dia memberikan laporan tersebut dalam Rapat Terbatas soal Penanganan Bencana secara virtual dengan Prabowo yang berada di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

"Terhadap penumpang kami memberikan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, di mana saat ini kami memberikan 100% refund penuh bapak presiden terhadap penerbangan yang dibatalkan," tegas Dudy dalam rapat yang ditayangkan virtual, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memberikan relaksasi kepada penumpang Warga Negara Asing (WNA) yang melewati batas izin tinggal karena penerbangannya batal.

ADVERTISEMENT

"Kemudian juga yang paling penting adalah kami bekerja sama terima kasih dengan pihak Imigrasi kita memberikan relaksasi izin terhadap penumpang warga negara asing yang melewati batas izin karena pembatalan penerbangan," beber Dudy.

Pihaknya juga menyiapkan beberapa bandara alternatif pengganti Bandara Soekarno-Hatta dan enam bandara lainnya yang ditutup imbas abu vulkanik, mulai dari Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara Ahmad Yani, Bandara Adi Soemarmo, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

"Bandara Kertajati sudah melayani Garuda untuk penerbangan dari Jeddah, Madinah maupun Amsterdam dan juga penerbangan dari Kertajati ke Jeddah. Begitu juga dengan Lion Air pada hari ini akan melaksanakan penerbangan dari Kertajati ke Jeddah," ujar Dudy.

Kemudian untuk Bandara Juanda dari Singapore Airlines itu akan menambah atau akan melakukan perubahan penggunaan pesawat yang semula Boeing 737-800 akan diubah menjadi Airbus 350 agar bisa mengangkut penumpang yang ada di Singapura dalam jumlah yang lebih besar.

"Begitu juga untuk angkut penumpang yang dari Indonesia atau dari Surabaya atau dari Jakarta yang akan berangkat ke Singapura atau negara lain," lanjut Dudy.

(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads