Bandara Soetta-Husein Siap Beroperasi Lagi Usai Dibuka

Bandara Soetta-Husein Siap Beroperasi Lagi Usai Dibuka

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2026 07:38 WIB
Warga melintas di Terminal 1 Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Operasional Bandara Soetta ditutup sementara imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Bandara Soetta/Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

InJourney Airports menjamin kesiapan operasional tiga bandara besar yang dibuka lagi usai paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara telah siap digunakan untuk lepas landas dan mendarat.

Sebagai operator, InJourney telah membersihkan abu vulkanik di seluruh sisi landasan udara (air side) yakni area apron, taxiway, dan juga runway. Uji kekesatan di runway juga sudah dilakukan dan menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar serta persyaratan untuk melayani operasional penerbangan.

"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai NOTAM dari AirNav Indonesia, status resumed operations atau operasi kembali untuk Bandara Soekarno-Hatta Tangerang telah diberikan pada 8 September 2026 mulai pukul 00.30 WIB. Kemudian status resumed operations yang sama untuk Bandara Halim Perdanakusuma diberikan pada 8 September 2026 mulai pukul 00.40 WIB, dan status resumed operations pada Bandara Husein Sastranegara diberikan 8 September 2026 mulai pukul 00.42 WIB.

ADVERTISEMENT

General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi menambahkan pembukaan kembali operasional Bandara Soekarno-Hatta dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, termasuk melalui penerapan Air Traffic Flow Management (ATFM) sebagai bagian dari strategi pengendalian arus lalu lintas penerbangan pada fase awal pemulihan.

"Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap," ujar Heru Karyadi dalam keterangan yang sama.

Lebih lanjut, pengaturan arus penerbangan pada fase awal pemulihan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, termasuk kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.

Bandara Soekarno-Hatta juga telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik untuk memastikan ketersediaan armada untuk mendukung mobilitas dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara tujuan, mengingat adanya penyesuaian jadwal penerbangan," ujar Heru.

(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads