Putri Mahkota Victoria Ingrid Alice Desiree berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Pewaris takhta Kerajaan Swedia itu berada di NTB selama empat hari, 5-8 September 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa kedatangan Victoria bukan hanya sebagai calon penerus Raja Carl XVI Gustaf, tetapi juga sebagai Goodwill Ambassador UNDP, badan pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurutnya, Lombok dipilih karena memiliki jejak panjang kerja sama dengan UNDP, mulai dari pemulihan pasca gempa, kesehatan, ekonomi biru hingga penguatan ekonomi masyarakat. Putri Victoria melihat secara dekat bagaimana agenda pembangunan berkelanjutan diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau melihat langsung pengembangan ekonomi biru, perlindungan ekosistem pesisir, serta program asuransi terumbu karang. Hal itu sebagai sinergi pengelolaan pariwisata bahari dan pelestarian lingkungan laut," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Iqbal menyampaikan, kunjungan tersebut semakin memperpanjang daftar tamu internasional yang datang ke NTB. Sebelumnya, sebanyak 11 duta besar negara sahabat sudah berkunjung ke NTB. Mulai dari duta besar Qatar H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, Oman H.E. Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari, Maroko H.E. Redouane Houssaini, hingga Duta Besar Palestina Palestina H.E. Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun.
Bahkan, tahun lalu Gubernur Iqbal menggelar Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) yang diikuti duta besar dan diplomat perwakilan dari 27 negara. Mereka tak hanya dari Benua Asia, tapi juga Afrika, Amerika, bahkan dari Benua Eropa seperti Finlandia, Inggris, tak ketinggalan pula negara-negara maju seperti Tiongkok dan Korea.
Iqbal mengakui, mengenalkan NTB ke dunia bukan semata soal meningkatkan eksposur daerah. Diplomasi internasional harus berdampak pada terbukanya akses terhadap investasi, pasar, teknologi, wisatawan, hingga kesempatan kerja dan peningkatan kapasitas masyarakat NTB.
Pertemuan dengan Qatar, misalnya, digunakan untuk menjajaki peluang masuknya investasi dan modal swasta. Sementara hubungan dengan negara-negara lain dapat dikembangkan untuk memperluas pasar produk NTB, kerja sama pendidikan dan vokasi, hingga membuka akses bagi tenaga kerja NTB ke pasar internasional.
"Kita tidak ingin tamu-tamu internasional hanya datang, berfoto, lalu pulang. Kita ingin setiap hubungan yang dibangun membuka pintu ekonomi baru bagi NTB," kata Iqbal.
Lihat juga Video Heboh Ikan 'Kiamat' Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok Timur










































