Cas Cis Cus Inggris, Comdev Ala ExxonMobil

Cas Cis Cus Inggris, Comdev Ala ExxonMobil

- detikFinance
Selasa, 11 Des 2007 13:55 WIB
Tanah Luas, Aceh Utara, - Setiap hari Fachrurozi (17 tahun) mengayuh sepeda sekitar 15 menit untuk menuju ke
sekolahnya, SMAN 1 Tanah Luas, Aceh Utara.

Perawakannya kurus, kulitnya legam khas pemuda Aceh. Dengan tinggi badannya sekitar 160 cm, nampak seperti siswa SMA kebanyakan.

Tapi Fachrur, begitu ia biasa dipanggil, bukan siswa biasa. Dibalik tingkah lakunya
yang santun, ia melayani kami, rombongan Kunjungan Media Community Development (comdev) Exxon Mobil, bercakap-cakap dengan bahasa Inggris yang fasih plus pelafalan yang lincah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada rasa malu-malu, ia tetap santai dan lancar diberondong berbagai pertanyaan mengenai cita-citanya, keluarganya, dan yang pasti bagaimana ia belajar bahasa Inggris hingga bisa sefasih itu.

Rombongan wartawan yang berkunjung ke sekolah Fachrur, Selasa (11/12/2007) pun
dibuat terkagum-kagum karena ternyata Fachrur mangasah kemampuan bahasa Inggrisnya ecara otodidak.

"I bought grammar book and learn by myself, (Saya beli buku grammar dan belajar
sendiri)" katanya.

Kemampuan bahasa Inggrisnya memang jempolan, tapi Fachrur yang ingin menjadi
penerjemah bahasa Inggris di Kedutaan ini mengaku pasrah jika tidak bisa meneruskan
pendidikan ke jenjang kuliah.

"Thats always be my dream, but I don't have enough money (Itu selalu menjadi impian
saya, tapi saya tidak punya cukup uang)," katanya.

Fachrurozi kini duduk di bangku kelas 12 (setara kelas III) SMAN 1 Tanah Luas.
Sekolah ini merupakan satu dari tiga sekolah yang menjalankan program United School
Program (UPS) kerjasama ExxonMobil dan Sampoerna Foundation.

UPS merupakan program lima tahun yang menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selama lima tahun itu, guru-guru dan murid akan mendapat berbagai pelatihan dan kesempatan belajar lainnya.

Seperti kepemimpinan bagi kepala sekolah, pelatihan bagi guru sesuai bidang
pelajaran, pengembangan diri siswa, dan perbaikan sistem kurikulum.

Selain sekolahnya Fachrurozi, program UPS ini juga dijalankan oleh dua sekolah lain, yaitu SMA 1 Syamtalira Aron dan SMA 1 Matangkuli.

Selain program UPS, Exxon juga menggerakkan pegawainya untuk menjadi sukarelawan
mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah tersebut.

"Dampaknya ada, walau baru sekali, mereka (murid) jadi sering pakai kata-kata baru
karena dikasih dialog pendek dari pegawai Exxon," kata Guru Bahasa Inggris SMAN 1
Tanah Luas,Tarmizi.

Selain itu, Exxon juga memberikan beasiswa penuh bagi siswa berprestasi yang
diterima di perguruan tinggi.

"Tapi syaratnya harus dari orang tidak mampu," kata Field Public Affairs Manager
Aceh Production Anwar Iska.

Peningkatan pendidikan masyarakat setempat memang salah satu fokus yang digarap
Exxon yang sudah berada di Aceh lebih dari 35 tahun.

"Kita ada program mulai dari pre-school, SD, SMP, SMA, dan beasiswa untuk kuliah,"
kata Anwar. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads